Senin, 16 Juli 2012

Sharing yuk^^ soal bell’s Palsy

(Rabu, 24 Mei 2012) Sore hari sekitar pukul lima, aku terbangun dari tidurku karena teriakan tukang jamu langgananku di depan rumahku. Aku merasa wajahku terasa aneh. Kemudian aku langsung menuju tukang jamu itu, dan memesan sebungkus jamu beras kencur, entah kenapa bibir bibir dan mataku terasa aneh. Tukang jamu itu bertanya “masuk angin nopo??” aku menjawab “ketingal nopo>??(apa kelihatan??) aku merasa kalau bibirku terasa sangat aneh” dia menjawab “nopo wajane njengenan sing sakit(apa gigi kamu yang sakit)??” aku menyangkalnya”mboten koq(bukan)”. Lalu aku masuk kerumah dan bercermin. Betapa kagetnya ketika melihat wajahku yang sebelah kiri tidak bisa digerakan. Aku langsung berteriak memanggil kakakku. Aku menceritakan apa yang terjadi. Lalu dia segera menyarankanku untuk pergi ke dokter. Lalu sesudah shalat, aku diantar kakaku ke dokter Benyamin. Ternyata disana baru pendaftaran saja yang dibuka.praktek dimulai pukul 06.00. dengan sabar aku dan kakak menunggu di sana selama kurang lebih 1 jam , karena kalau kami meninggalkan tempat itu, nomor antrian kami akan digeser. Tiba saatnya giliranku, aku menceritakan pada dokter bahwa : 2hari yang lalu pipi sebelah kiri,di bagian dalam terasa aneh, aku bertanya pada kakak apa dia pernah mengalami hal seperti ini. Dia menjawab,” mungkin itu sariawan.aku sering mengalaminya”`. Keesokan harinya, badanku terasa tidak agak kedinginan lidahku yang bagian kiri terasa aneh. Kemudian bagian bawah telinga kiri juga. Lalu rasanya menyiksa sekali, leher rasanya pegel2. Pada saat istirahat jam pertama, aku bertanya pada Bu Murtini dan Bu Sarminah,rekan kerjaku yang sudah menjadi guru senior. Bu Murtini menjawab “mungkin itu sariawan. Minumlah banyak2 vitamin C”. sesudah istirahat aku kembali ke kelas dan mengajar murid2ku. Ketika aku berteriak2, rasanya suaraku bergema di dalam telinga( sama seperti saat kita tutup sebelah telinga kemudian berteriak, rasanya kira-kira seperti itu), diikuti nyeri di bagian bawah telingakiri, rasanya tersiksa sekali. Dan sesudah memulangkan murid-muridku, aku berpamitan kepada Bu Sarminah dan Bu Murtini, karena kondisi tubuhku yang sudah sangat-sangat tidak enak. Ketika pulang, aku tidak membeli vitamin C dan Buavita mangga, sesuai anjuran Bu Mur untuk memperbanyak vitamin C. Sampai di rumah aku bertanya lagi kepada kakaku, apa lidah dan telinganya juga tidak enak, dia menjawab,”aku belum pernahmerasa seperti itu”. Lalu aku meminta adikku untuk mengerok punggungku (sambil menonton drama korea Protect The boss, karena ada jaejoong.hehehe). sesudah dikerok aku tidur. Dan pada saat aku bangun tidur, wajahku sudah seperti ini. Tentu saja aku menceritakan pada pak dokter secara ringkas. Dokter memeriksaku, menyuruhku berbaring. Lalu menyuruh aku menyimpan udara dalam mulutku, seperti orang berkumur. Dia menekan mulutku dan semua udara di mulutku pun keluar tanpa aku mampu menahannya. Diamenyuruhku memejamkan mata, kemudian menekan kelopak mata kiri ku yang bagian atas, menyuruh mataku jangan sampai terbuka, tapi aku tidak bisa. Dia menyuruhku duduk. Dia bertanya aku kesini dengan siapa. Aku menjawab dengan kakaku. Lalu dia menyuruh kakaku untuk masuk. Pada saat itu aku takut sekali. Aku takut kalu aku terkena penyakit ganas, sampai-sampai kakaku di suruh masuk. Dia berkata bahwa saat ini wajahku sedang lumpuh separo. Jadi tidak bisa digerakkan. Dia juga menyuruhku untuk tidak takut karena dulu juga ada pasiennya, seorang ibu2 yang mengalami penyakit sepertiku dan dia sembuh. Melihat aku yang sedang berusaha menyimpan udara dalam mulutku, dia berkata“ dipaksaapapun juga tidak bisa, karena memang saat ini syaraf kamu sedang tidak berfungsi”lalu dia menulis sebuah resep dan menyarankanku untuk ikut fisioterapi di puskesmas bandongan dan berkata padaku untuk tidak usah takut. Lalu aku membayar 50.000 sudah termasuk obat, namun aku juga harus menebus resep yang harus dibeli di apotek. Kamis pagi, aku tidak masuk sekolah. Aku menjalani fisioterapi di puskesmas Bandongan. Di sana aku ditanya sama terapisnya (yang berwajah jutek). Aku menceritakan kejadiannya dengan runtut. Lalu dia menyuruhku berbaring, aku diterapi sinar. Sekitar 15 menit, aku disuruh pindah ruangan dan menjalani terapi listrik. Kemudian aku diajari cara pijat dan kompres dengan botol. Sampai di rumah aku mencari-cari penyakitku di internet. Ternyata namanya Bell’s Palsy, baru tau ada penyakit yang seperti itu. dari sana aku tahu kalau penyembuhanya sekitar 2 minggu sampai 2 bulan. Tapi yang aku heran di blog-blog itu tidak ada yang menyarankan terapi listrik, katanya terapi listrik dilakukan 1 minggu setelah gejala. Aku jadi bingung, tapi aku tetap mengikuti fisioterapi meskipun terapisnya jutek sekali. Aku bahkan di tinggal tinggal membeli jenang saat diterapi..huhuh dasar. Sudah di gaji kenapa seperti itu Pada dari Mbelgedes Blog dan Blog Dunia tiwul, Aku baru tau bahwa ternyata sada banyak orang yang terkena penyakit seperti itu. mereka banyak sharing dan berkomentar di kolom penyakit bell’s palsy. Ada yang ssakit 2 minggu terus sembuh, namun ada pula yang menderita sampai bertahun tahun.bahkan ada yang meninggalkan nomor. Aku menyimpan nomor hp mereka di phone book ku. Dan menghubungi salah beberapa orang dari mereka. Orang pertama yang ku hubungi adalah pak tursaman, dia memberiku banyak masukan yang tidak diberikan dokter dan terapis, dia menyuruhku untuk banyak2 mengunyah permen karet, mengompres sammbil di pijat, berjemur di bawah matahari,mengarahkan wajah yang terkena kea rah perapian. Karena tiak puas dengan dokter umum, sabtu malam aku pergi ke seorang mantri bernama Pak Tarno, beliau menyuruhku pergi ke dokter syaraf suryono.lalu aku pergi ke dokter syaraf suryono.diantar kakaku. Dokter itu mengatakan bahwa aku tidak usah takut. Aku bertanya apa fisioterapi tidak apa2 dilakukan. Dia menjawab tidak apa-apa.aku lega.lalu aku di beri resep. Lagi, mulai itu aku sudah memakai obat dari dokter syaraf dan terus terapi. Orang ke dua yang kuhubungi adalah fuzhee, dia juga memberiku banyak saran. Saran fuze ini hamper sama dengan yang aku dapat di blog2 dan dari dokter. Orang ketiga yang kuhubungi adalah bapak budi sanyoto. Dia juga memberiku banyak saran, namun ada satu saran baru aku ketahui, yaitu menguapi wajah dan telinga yang terkena dengan magig jar.kemudian aku menghubungi bapak tony. Ternyata dia menjual obat shinse. Sebenarnya aku berminat, tapi karena harganya terlalu mahal, aku tidak jadi beli. Namun beliau juga orang yang baik, belau juga memberiku saran2 yang bermanfaat. Selain itu aku juga menghubungi bapak dammar wulan. Aku tidak sengaja blognya karena pada malam hari aku tidak bisa tidur, aku mencari doa susah tidur di internet, malah ketemu sama nomor bapak ini juga. Beliau juga orang yang baik, meski belumpernah menderita BP, Beliau pernah mengobati 3 orang yang terkena penyakit ini dengan metode pijat, dan alhamdulilah semuanya sembuh. Terapis di puskesmas itu benar-benar jutek, namun karena aku ingin segera sembuh,akupun menjalankan terapi itu meski aku masih ragu karena informasi di blog tidak menyaranlkan terapi itu, lalu pada hari rabu aku bertanya pada bpak budi, pak tursaman, dan mas fuze, terapi listrik itu sebenarnya bagaimana. Dan ternyata jawaban m,ereka sama, ketika mereka periksa ke dokter syaraf, mereka tidak melakukan terapi itu karena bila terapi listrik dilakukan lebih dini malah bisa mengganggu bahkan merusak pertumbuhan bahkan ada yang bilang kalau terapi listrik terlalu dini bisa menyebabkan salah syaraf, missal, kalau kita ingin menangis malah jadi ngeces, atau mengeluarkan air liur, atau bisa nangis lewat hidung, gimana saya tidak frustasi…;( . Aku sedih sekali.karena aku sudah terapi sebanyak 5 kali. Mereka menyarankan aku untuk tidak melakukan terapi itu lagi. Aku benar2 terpukul apa lagi di puskesmas saat aku menolak terapi listrik itu terapisnya malah berkata” nanti kalau kamu tidak sembuh2, bukan salah saya lho”. Benar2 itu terapis. Dan sejak saatitu aku berhenti melakukan terapi di puskesmas. Aku sudah sakit hati. Pas aku bilang aku tidak bisa tidur aja, dia malah menakut2iku engan member obat tidur.,..huh…dan gaya pelayanannya itu membentak bentak seperti militer. (ini buat masukan aja bagi pelayanan masyarakat yang sudah digaji pemerintah, berikan pelayanan yang ramah, harus sesuai dengan diagnose, jangan salah terapi seperti apa yang saya alami, dan memotivasi pasien supaya cepat sembuh). Kemudian pada hari jum’at aku kembali control ke dokter suryono. Beliau mengatakan jika sudah ada perkembangan pada diriku. Aku pun sedikit lega. Lalu aku bertanya mengenai terapi listrik dan sinar, beliau menganjurkanku untuk melakukannya. Beliau mengatakan bahwa aku sudah lebih dari seminggu, jadi aku boleh menjalani terapi itu. lalu aku bertanya, bagaimana bila terapi dilakukan sebelum seminggu?beliau menjawab,seharusnya jangan dulu mbak. Aku sedikit terpukul. “tapi kalau sudah terlanjur tidak apa2 mbak,, mudh2an lekas sembuh,,,”begitu katanya. Pada hari senin, aku mulai terapi di RSU Tidar Magelang, sesuai anjuran dokter suryono. Di sana pelayanannya benar2 memuaskan. Terapisnya ramah sekali,namanya ibu Taty. Selama terapi aku diajak ngobrol, di tanya2 tentang pekerjaan, rumah, dan apapun beliau tanyakan.aku senang sekali. Aku malah curhat tentang pelayanan puskesmas bandongan yang tidak mengenakan. Dan kesalahan terapi yang dilakukan. Aku juga curhat bahwa aku takut dan trauma melakukan terapi listrik lagi. Tapi beliau menghiburku,”sudah mbak, ini kan sudah sesuai anjuran dokter suryono, kalau kemarin yang sudah terlanjur tidak apa-apa, yang penting niat mbak ita itu berikhtiar”. Aku senang sekali dengan pelayanan bu taty, beliau juga mengajarikumemijit dengan 4 jari (bisa dilihat di tips bagi penderita bell’spalsy) cara pijatnya pun berbeda dengan puskesmas. Beliau mengajariku bahwa pertama kali aku harus mencoba menaikan alis dulu, kemudian baru diteruskan dan dibantu dengan menggunakan tangan.lalu memejamkan mata, baru dibantu dengan tangan dan mengurutnya kearah telinga, dan yang ketiga adalah berusaha tersenyum, lalu di teruskan dan diurut dengan tangan menuju ke atas telinga. Aku disuruh terapi 2 hari sekali. Karena terapi di RS aku baru tahu bahwa ternyata dokter suryono dinas di sana. Waduh… padahal selama ini aku pergi ke tempat praktiknya di sekitar stadion abu bakrin sekali praktek 50.000 belum sama obatnya, padahal di RSU sekali pelayanan 18.000 … meski agak sedih tapi tidak apa-apalah yang penting aku sudah berusaha.dan mulai itu juga aku control di RSU. Pada control berikutnya aku sudah disarankan untuk tidak mengikuti fisioterapi, ‘terapinya dirumah saja” begitu kata mbak dokter. Dokter suryono sedang pergi mengikuti seminar di Australia, karena itu dokternya digantikan oleh embak2 yang sedang coas di RSU, namanya berobat ingin yang secepatnya,kalau nunggu dokter suryono pulang dari Australia seminggu lagi,.hehehe . Minggu ketiga meski sudah tidak terapi lagi, aku masih tetap mengurut, makan permen karet, compress, dan uap. Orang orang bilang kalau wajahku sudah terlihat simetris lagi, tapi aku masih merasa sedikit aneh, tapi aku sudah senang dengan kondisiku. Memang benar apa kata pak tursaman, ketika aku sedang down, aku sms dia dan bilang bahwa aku ingin menangis, beliau menjawab, “menangis saja tidak apa-apa”.. lalu aku replay “tapi kalau nangis, wajah saya jadi terlihat jelek pak, menceng kekanan semua, persis kayak orang setruk” beliau membalas “sudah jalani aja, belum juga ada 2minggu”. Ternyata setelah 2 minggu memang wajahku jadi hampir pulih. Sudah kelihatan bagus, aku senang sekali. Dan lama kelamaan pun semuanya kembali normal. Aku sungguh sangat berterimakasih pada : 1. Keluargaku atas doa dan support kalian.Ibuku, muryani yang selalu mendoakanku dan menemaniku shalat malam. Nenekku, dawamah yang selama sekitar seminggu aku menginap di rumahnya, selalu merepotkan beliau, karena beliau selalu menyiapkan sarapan bagiku, memanaskan air untuk terapi dan untuk mandi, menemaniku disaat keluargaku sibuk sekolah dan bekerja. Ayahku, ahmad mustari, yang terus mendukungku dan membiayaiku. kakaku ela, adiku novi,. Terutama kakaku yang telah mengantarku ke dokter, mengantarku terapi,mengantarku ketempat2 dimana aku membutuhkan sesuatu. Adiku novi yang terus mendukung dan mendoakanku,menyiapkan alat terapi. 2. Keluarga bandongan Bulik mur, pak lik larso, de tati, de agus, mbah nini yang sudah menyediakan perapian rumahnya ,mbah mi, mbah prap, yang sudah menyediakan tempat berjemur bagiku, dek elin nilam, betty , mas kokok, mbak indra yang telah menjenguku 3. Keluargaku di banyu urip tegal rejo, mas ikhsan, mas tadin, pak prapto, mbak nur jamil, mas ikhsan, mbak sari, de mah, de milah, pak de is, “asna,shifa, alma” meski masih kecil mereka ikut menjenguku 4. Tetanggaku di kapling weru yang sudah jauh2menjenguku di bandongan, mbak umi, bu eko,mbak lia, bu prih,mbak yati, bu ngadini, mbak sharoh,mbak latri, bu prih, riri, mbak datik, mas yahdi bu yadi, pak yadi, pak yahdi, hendri, Zahra,yangti, dll 5. Tetangga dusun cepit kulon, yang sangat banyak dan tidak bisa saya sebutkan satu persatu 6. Tetangga neneku di bandongan yang sudah jauh2 menjengukku di kapling weru 7. Dokter suryono, bu taty, serta staf RSU yang lain. 8. Dan ucapan terimakasih special juga saya berikan kepada teman2 saya di dunia maya pak tursaman diwantara yang bilang “jalani saja, belum ada 2 minggu”, mas fuzhee yang bilang “ yakin pasti kamu akan sembuh”, pak budi sanyoto yang bilang“badai pasti berlalu”, pak toni, mas dammar wulan, yang sudah memberi saya tips dan saran serta dukungan. Kalian sangat berarti buat saya….

3 komentar:

  1. Mbak saya juga terkena bells palsy,sdah seminggu.tlong info ny dong...nmor hp mbak berapa.boleh saya sharing dan mintak pendapatnya?

    BalasHapus
  2. Maaf ya akun no hp pemilik akun ini dah ganti mnj 085642266776 n pin bb 578D9E61.. silahkan sharing ^_^

    BalasHapus
  3. Assallamualaikum..

    Mbak Saya menderita bells palsy sejak usia 3 bulan akibat stip.. karna ketidaktahuan orang tua dan keterbatasan biaya akhirnya di biarkan.. saya baru tau setelah searc bahwa yg aku alami ialah bells palsy..

    Masih adahkah kemungkinan sembuh untk saya di usia yg menginjak 23 tahun..

    BalasHapus